Senin, 26 November 2012

 
 
Blue Pearl
 
 
 
BATU GRANITE
Batu Granite Adalah Batu Penanda Benua. Bahkan Lebih Dari itu, granite merupakan batu penanda dari pelanet bumi itu sendiri. Pelanet berbatu lainnya (Merkurius, Venus, dan Mars) permukaan ditutupi dengan basal sama dengan lantai samudra bumi. Akan tetapi, hanya bumi yang memiliki jenis batuan indah dan menarik ini.
Nama “Granite” berasal dari bahasa latin, “granum”  yang berarti butir padi. Granite merupakan jenis batuan yang berasal dari dalam perut bumi( terbentuk melalui muntahan magma) batuan ini banyak sekali ditemukan dihampir semua belahan bumi. Bentuknya yang hampir bundar dan jernih merupakan ciri khas batu ini. Batu ini terdiri dari elemen kwarsa, mika dan feldspar.
Umumnya batu ini berwarna abu-abu, Akan tetapi tidak menutup kemungkinan ada warna lain seperti merah muda, warna batuan granite tergantung kepada proses kimiawi dan mineralogia yang menimpanya.
Batuan ini terkadang ditemukan di daratan rendah yang dinaungi bukit-bukit biasanya batu ini terbentuk di area lempeng tektonik. Granit biasanya ditemukan dalam bentuk besar, keras, dan kokoh. Itulah mengapa granit banyak digunakan dalam konstruksi bangunan. Kepadatan sebuah batuan granit biasanya berkisar antara 2,65 – 2,75 g/cm3 Batuan ini Bisa di lelehkan, tetapi di butuhkan suhu yang sangat tinggi, yakni sekitar  1.215 – 1.260 derajat celcius.
FAKTA DASAR BATU GRANITE
Setidaknya, terdapat tiga hal yang membedakan granit dengan batuan lainya. Pertama, granit terbentuk dari butiran-buturan mineral besar yang bersatu erat. Kedua, granit selalu terdiri atas mineral kuarsa dan feldspar umumnya memberikan granit cahaya terang. Mulai dari merah muda sampai putih. Tetapi, warna latar tersebut diselingi oleh mineral-mineral pengaya lainya yang warnanya lebih tua. Mineral pelengkap yang paling umum adalah mika biotit hitam dan hombleda amfibol hitam. Permukaan benua relatif lebih panas karena mengandung sebagaiannya melalui seluruh radioaktif
Proses lempengan tektonik terutama subduksi dapat menyebabkan magma basalitik naik di bawah benua. Selain panas, karbon dioksida ini melepaskan magma dan air yang membantu semua jenis  batuan meleleh pada suhu lebih rendah, di perkirakan bahwa sejumlah besar magma basaltic dapat menempel ke bagian bawah sebuah benua dalam proses yang disebut underplating. Dengan pelepasan panas dengan cairan yang lambat, sejumlah besar kerak benua bisa berubah menjadi granit pada waktu bersamaan.
Ketiga, hampir semua jenis granit berbentuk beku dan plutonik. Pengaturan acak buturan pada batu granit merupakan bukti otentik asal plutoniknya. Batuan dengan komposisi yang sama seperti granit bisa terbentuk melalui proses metamorfisme batuan sedimen yang lama. Akan tetapi, jenis batuan ini memiliki corak yang kuat dan biasanya disebut granit gneiss.
 
 
 
 
 
 
 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar